
Pendapatan PBB Meningkat, Wajib Pajak Taat Diberi Reward
Category: Pemerintahan Published Date Written by Redaksi Hits: 256
CILEGON, BCO - Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2012 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Cilegon, perbandingan di bulan yang sama tahun lalu dengan tahun sekarang pada tanggal 6 Juli 2012, tercatat penerimaan PBB tahun 2011 dengan pagu Rp 54,5 Miliar terealiasi sebesar Rp 17,93 Miliar atau mencapai 33 persen, sedangkan penerimaan PBB tahun 2012 dengan pagu Rp 49,5 Miliar terealisasi sebesar Rp 21,2 Miliar atau tercapai 43 persen. Hal itu terungkap dalam Bulan Panutan PBB Tahun 2012 di Grand Mangku Putra Cilegon, Selasa (17/7/12). Hadir dalam acara tersebut Walikota Cilegon, H Tb Iman Ariyadi beserta jajarannya dan kurang lebih 150 wajib pajak dari industri dan individu.
Kepala DPPKD Kota Cilegon, Septo Kalnadi, kepada Berita Cilegon Online (BCO) disela-sela acara mengatakan, bahwa pelaksanakan Bulan Panutan PBB Tahun 2012 dalam rangka untuk mengajak wajib pajak yang terdiri dari kalangan perusahaan maupun individu yang potensial, agar segera membayar PBB. “Tanpa menunda hingga tanggal jatuh tempo sebagaimana yang tertera dalam SPPT PBB tahun 2012,” tuturnya.
Septo menjelaskan, bahwa tujuan bulan panutan PBB ini adalah untuk mempercepat penerimaan PBB sebelum tanggal jatuh tempo, agar derajat ketersediaan dana pembangunan dapat terpenuhi, percepatan pelaksanaan pembangunan, menjadi suri tauladan bagi seluruh masyarakat agar segera melunasi PBB nya sebelum tanggal jatuh tempo. “Alhamdulillah jumlah penerimaan PBB meningkat dari tahun sebelumnya. Dan kami harapkan para wajib pajak yang belum membayar PBB agar segera melunasi sebelum jatuh tempo,” ujarnya.
Lebih lanjut septo menambahkan, sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang, Kota Cilegon hanya sekali tidak memenuhi target yang dicanangkan oleh pemerintah. “Sekitar tahun 2003-2004 penerimaan PBB waktu itu sekitar 99.90 persen, artinya buat kami itu adalah kurang dari target, selebihnya alhamdullillah 100 persen,” ujar Septo.
Sementara itu, menanggapi penerimaan PBB yang terealisasi hingga 43 persen, Walikota Cilegon H.Tb Iman Ariyadi memberikan apresiasi, karena ini merupakan cerminan tingkat kepedulian para wajib pajak PBB Kota Cilegon, guna mempercepat kesinambungan pembangunan Kota Cilegon, tingkat kebutuhan pembangunan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa taraf kehidupan seluruh lapisan mayarakat demikian dinamis, dan kesemuanya itu berimplikasi terhadap pembangunan kebutuhan dana pembangunan.
“Untuk mewujudkan pembangunan yang optimal, sangat bergantung kepada ketersediaan dana, salah satu andalannya dalam penyediaan dana pembangunan yang demikian signifikan adalah dari penerimaan PBB,” tandasnya.
Ketika disinggung mengenai dihapusnya hutang pajak pelabuhan, walikota menjawab bahwa itu merupakan sebuah keputusan yang harus ditaati. “kalau memang sayang ya mau gimana lagi, kita kan taat pada hokum, masa mau melanggar,” ujarnya sambil tersenyum. (*)
Penulis
H Sutanto
