Berita Cilegon Online (BCO) - Berita Hari Ini Dibaca Hari Ini

Dialog BCO Inside

Dirut KS: Blast Furnace Project Mampu Menjawab Tantangan Kebutuhan Baja Masa Depan

CILEGON, BCO – Ground breaking proyek pembangunan Blast Furnace Complex di plant site PT Krakatau Steel (KS), mempunyai arti penting bagi PT KS karena hal ini merupakan sejarah baru dan awal perubahan teknologi sehingga momen ini sangat berarti dalam perjalanan KS kedepan, khususnya dalam membangun negeri melalui proyek tersebut. Demikian diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Krakatau Steel, Irvan Kamil Hakim yang ditemui sejumlah wartawan di The Royal Krakatau Hotel seusai mengikuti ground breaking Blast Furnace Project, Senin (9/7/12).

Irvan mengungkapkan bahwa ground breaking Blast Furnace Project ini juga diharapkan bisa memberikan pelajaran dan pengalaman yang berarti bagi SDM Krakatau Steel untuk selalu belajar dan menimba ilmu dari kerjasama yang terbangun dengan MCC CERI. “Ground breaking Blast Furnace Project ini mempunyai arti penting bagi kami, dan dengan dibangunnya Blast Furnace Project ini, kami optimis bahwa permintaan baja yang kedepan cenderung meningkat akan bisa terpenuhi dan tantangan akan prospek kebutuhan dalam negri yang tinggi juga bisa dijawab,” kata Irvan.

Lebih lanjut, Irvan juga berpesan agar pembangunan proyek ini dapat disupervisi dan dipelihara dengan team work yang sebaik-baiknya agar pembangunannya dapat diselesaikan sesuai target yang telah direncakanan tanpa hambatan apapun. Untuk diketahui, pembangunan pabrik Blast Furnace Complex oleh Krakatau Steel ini dilaksanakan oleh konsorsium MCC-Capital Engineering & Research Incorporation Limited (MCC-CERI), MCC-ACRE dan PT Krakatau Engineering. Pabrik Blast Furnace berbasis natubara ini juga nantinya akan melengkapi pabrik besi reduksi langsung yang berbasis gas alam yang sudah dimiliki perseroan.

Blast Furnace Project juga disebutkan akan dilengkapi dengan beberapa pabrik dan fasilitas lainnya termasuk sintering plant, coke oven plant, iron ore material handling system, dan hot metal handling. Adapun dalam proses pengerjaannya juga akan mengurangi penggunaan scrap import secara signifikan, termasuk penggunaan biji besi lokal dan batubara lokal sehingga akan terjadi efisiensi maksimal pada operasional pembuatan baja perseroan. (*)

Penulis
Haikal AF

Mobile Version | Standard Version
Berita Cilegon Online (BCO)