Berita Cilegon Online (BCO) - Berita Hari Ini Dibaca Hari Ini

Dialog BCO Inside

Panitia Ramadhan Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon Sediakan Makanan Berbuka Puasa Gratis

CILEGON, BCO - Sepanjang bulan Ramadhan 1433 H, panitia ramadhan Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon, membagikan ratusan paket takjil atau makanan berbuka puasa secara cuma-cuma kepada kepada kaum muslimin yang hendak berbuka puasa di Masjid tersebut.

Ubaidillah, ketua panitia kegiatan ramadhan Masjid Agung Nurul Ikhlas, saat ditemui Berita Cilegon Online (BCO), Minggu (22/7/12) menginformasikan, bahwa mulai kemarin panitia ramadhan Mesjid Agung memberikan takjil gratis kepada kaum muslimin yang hendak berbuka puasa dan berada disekiling Masjid Agung. Pemberian takjil gratis tersebut akan terus berlanjut sampai dengan akhir ramadhan. “Pemberian takjil gratis ini merupakan salah satu program ramadhan Dewan Kesejahteraan Masjid Agung Nurul Ikhlas, dimana kami melihat banyak sekali karyawan maupun kaum muslimin lainnya yang tidak sempat berbuka dirumah, maka kami sediakan disini dan menyimak ceramah keagamaan sebelum berbuka, insya Allah program ini akan terus berlanjut sampai ramadhan berakhir,” jelasnya.

Untuk diketahui, seolah-olah kata “takjil” artinya makanan-makanan untuk hidangan berbuka puasa. Padahal kata takjil (ta’jil-Arab)  artinya adalah “bersegera”, diambil dari hadist Nabi Muhammad SAW yang menyuruh untuk berbuka puasa dengan bersegera ketika telah sampai waktunya.

Takjil bermakna kita jangan menunda berbuka, saat berbuka tiba maka segeralah berbuka. Karena di Arab warganya suka berbuka dengan korma, maka korma ini disebut makanan untuk takjil, alias makanan untuk menyegerakan berbuka.

Istilah ini kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dengan menyebut kurma dan makanan untuk berbuka sebagai Takjil.

Namun, sepertinya ini baru terjadi 10 tahun terakhir. Sebab saat saya anak-anak dulu, jarang sekali kata “takjil” ini terdengar. Paling hanya di ceramah agama saat ustadz menjelaskan bahwa berbuka puasa itu sunah dipercepat dan diperlama saat sahur.

Namun seperti kebiasaan di negeri ini, apa yang dimuat media selalu menjadi pembenaran. Karena media, selalu menyebut makanan untuk berbuka adalah Takjil, maka seolah semua kita sepakat menyebut Takjil untuk penganan berbuka itu.

Didalam kamus, disana pengertian TAKJIL dengan jelas ditulis adalah “Mempercepat” bukan makanan. Dalam hal ini adalah mempercepat berbuka saat tiba waktunya. (*)

Penulis
H sutanto

Mobile Version | Standard Version
Berita Cilegon Online (BCO)