Berita Cilegon Online (BCO) - Berita Hari Ini Dibaca Hari Ini

Dialog BCO Inside

Siswa Baru SMAN 1 Dites Urine, Seorang Bayar Rp 100 Ribu

CILEGON, BCO – Siswa baru SMA Negeri 1 Cilegon menjalani tes urine di sekolah mereka yang berlokasi di depan Kantor Pos Cilegon, tepatnya Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Selasa (10/7/12). Hal itu dilakukan untuk mencegah pengguna narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan pelajar.

Namun demikian, tidak semua siswa baru yang menjalani tes tersebut karena pihak sekolah tidak mewajibkannya. Untuk menjalani tes urine, setiap siswa dibebankan biaya Rp 100 ribu. “Ya terkait tes urine ini kami tidak memaksakan. Hanya ingin mencegah  peredaran narkoba di kalangan pelajar dan sejauh ini memang belum ada yang positif," ujar Lili Halili, Kepala SMA Negeri 1 Cilegon, kepada Berita Cilegon Online (BCO), di sela kegiatan.

Menurut Lili, pihaknya memberikan kebebasan kepada seluruh siswa baru untuk melakukan tes urine dimana saja. Pihaknya hanya meminta surat tanda bebas narkoba dari para siswa. "Untuk tes urine bisa dilakukan dimana saja. Apakah di prodia atau di RSUD dan kami hanya meminta surat keterangan bebas narkoba dari siswa," ujarnya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Cilegon Bambang Nurdianto menambahkan bahwa siswa baru yang diterima sebanyak 288 anak. “Ada 288 siswa baru yang kita minta untuk tes urine. Persyaratan ini insiatif kita (sekolah-red) saja," ujar Bambang.

Di tempat sama, petugas dari Lab Klinik Trio Medika Juwita mengatakan bahwa hingga berita ini ditulis sudah ada 95 siswa SMA Negeri 1 yang menjalani tes urine. “Tes urine hari ini baru bisa diketahui hasilnya jam 9 besok (Rabu-red),” ujar Juwita, seraya mengatakan setiap yang menjalani tes urine dikenakan biaya Rp 100 ribu.

Sekolah lain yang menggelar tes urine adalah SMA Muhamadiyah Kota Cilegon. Kepala SMA Muhamadiyah Kota Cilegon Fatimah yang dihubungi BCO mengatakan bahwa pihaknya juga menggelar tes urine, namun demikian pelaksanaannya baru akan dilakukan usai masa orientasi sekolah (MOS). "Pada saat sesudah MOS kami gelar tes urine, dengan alasan biar kena semuanya dan itu wajib. Tesnya juga di sekolah yang menggandeng pihak Lab Biomed," katanya.

Lebih lanjut Fatimah menjelaskan dengan tes urine di dalam sekolah adalah untuk mengantisipasi kebohongan yang dilakukan siswa pengguna narkoba. "Pernah tahun lalu kami gelar tes urine di luar. Iya disurat tes nya bersih alias negatif, tahu-tahu ada petugas kepolisian yang menjemput siswa kami. Untuk tes urine nanti, apabila ada yang kedapatan hasil tesnya tersebut positif (menggunakan narkoba-red) akan kita keluarkan. Selain narkoba, pelanggaran berat lainnya adalah berzinah," tegas Fatimah. (*)

Penulis
H Sutanto

Mobile Version | Standard Version
Berita Cilegon Online (BCO)